Kepala-kepala Daerah yang Terbelit Masalah Hukum
Selasa, 11 Januari 2011 | 11:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Pelantikan Walikota Tomohon Jefferson Soleiman Montesqieu Rumajar menuai beragam kecaman. Namun Kementerian Dalam Negeri, Jumat, 7 Januari 2011, nekat melantiknya saat Jefferson sedang menyandang status tersangka korupsi APBD Kota Tomohon.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menunggu surat dari Gubernur Sulawesi Utara terkait usul penonaktifan Walikota Tomohon Jefferson Soleiman Rumajar. "Kalau hari ini dikirim gubernur, hari ini datang langsung dinon-aktifkan,"kata dia disela rapat kerja pemerintah di Plenary Hall, Balai Sidang Jakarta (JCC), Senin (10/1).
Tentang kenekatan pemerintah ini, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi beralasan dirinya belum menerima surat permintaan dari Gubernur Sulawesi Utara Sinyo H. Sarundajang. "Ia dinonaktifkan karena statusnya masih tersangka. Kita pakai azas praduga tak bersala," katanya, Senin, 10 Januari 2011. "Kalau sudah terdakwa langsung dinonaktifkan sementara."
Sesungguhnya Jefferson hanyalah satu dari ratusan kepala daerah yang bermasalah. Dalam catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam kurun waktu 2004-2010 ada banyak kepala daerah yang diduga terlibat korupsi dan saat ini menjabat pucuk pimpinan di daerahnya.
ICW mencatat, dalam kurun 2004-2010 setidaknya ada 18 gubernur, 1 wakil gubernur, 17 walikota, 8 wakil walikota, 84 bupati, 19 wakil bupati. Total dalam kurun enam tahun itu ada 147 orang.
Inilah sebagian kecil mereka yang bermasalah itu.
1. Mochamad Salim
Jabatan: Bupati Rembang
Partai: PDIP
Dilantik: 20 Juli 2010
Dugaan kasus: Diduga terlibat korupsi dana penyertan modal PT Rembang Bangkit
Sejahtera Jaya (RBSJ) dari APBD 2006 dan 2007 senilai Rp 35 miliar
Status: 25 Mei 2010 ditetapkan menjadi tersangka oleh Kapolda Jateng
2. Theddy Tengko
Jabatan: Bupati Kepulauan Aru
Partai: Golkar
Dilantik: 26 Oktober 2010
Dugaan kasus: Korupsi APBD Kepulauan Aru 2005-2007 senilai 30 miliar
Status: 10 Maret 2010 ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Maluku
3. Satono
Jabatan: Bupati Lampung Timur
Dilantik: 2 September 2010
Partai: Non partai setelah dipecat Golkar
Dugaan kasus: Diduga mengkorupsi APBD Lampung Timur sebesar Rp 107 miliar tahun 2009
Status: Sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kapolda Lampung
4. Jamro H. Jalil
Jabatan: Wakil Bupati Bangka Selatan
Partai: Golkar
Dugaan kasus: Korupsi Dana KUT sebesar Rp 338. 118. 300, yang sudah disimpan selama 7 tahun mulai dari tahun 1999
Status: 30 November 2007 ditetapkan sebagai tersangka Oleh Kejaksaan Negeri Sungailiat 2007
5. Agusrin Najamudin
Jabatan: Gubernur Bengkulu
Dilantik: 29 November 2010
Partai: Demokrat
Dugaan kasus: Diduga terlibat kasus korupsi penyaluran dan penggunaan dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan di Bengkulu pada tahun 2006 sebesar Rp 27,607 miliar
Status: 28 Agustus 2008 ditetapkan menjadi terdakwa oleh Kejaksaan Tinggi Bengkulu
6. Samanhudi Anwar
Jabatan: Walikota Blitar
Partai: PDIP
Dugaan kasus: APBD Blitar
Status: Sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor Kota Blitar
7. MZ Djalal
Jabatan: Bupati Jember
Partai: Golkar
Dilantik: 25 September 2010
Dugaan kasus: Djalal berstatus tersangka dalam kasus penggelembungan dana pembelian mesin daur ulang aspal senilai Rp 459 juta.
Status: April 2009 ditetapkan menjadi tersangka, Desember 2010 divonis bebas
8. Kusen Andalas
Jabatan: Wakil Bupati Jember
Partai: PDIP
Dilantik: 25 September 2010
Dugaan kasus: Terdakwa korupsi dana operasional DPRD Jember senilai Rp 754 juta.
Status: Agustus 2010 ditetapkan menjadi tersangka. Desember 2010 masih menjalani persidangan.
9. Yusak Yaluwo
Jabatan: Bupati Boven Digoel
Partai: Demokrat
Dilantik: 25 September 2010
Dugaan kasus: Korupsi pengadaan kapal tanker dan korupsi APBD Boven 2005-2007 sebesar Rp 49 miliar
Status: 2 November 2010 divonis 4,5 tahun
10. Abdul Haris Nadjamuddin
Jabatan: Bupati Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
Partai: Golkar
Dilantik: 18 September 2010
Dugaan kasus: korupsi proyek pengadaan obyek wisata Pentadio Resort senilai Rp 6 miliar tahun 2003
Status: 2003 ditetapkan tersangka, Juli 2009 ditahan, November 2010 Mendagri menonaktifkan.
11. Jefferson Rumajar
Jabatan: Walikota Tomohon, Sulawesi Utara
Partai: Golkar
Dilantik: 07 Januari 2011
Dugaan kasus korupsi: penyelewengan APBD Tomohon 2006-2008 sebesar Rp 33,4 miliar
Status: 14 Juli 2010 ditetapkan menjadi tersangka, 22 September 2010 ditahan KPK.
Jumlah ini hanya sebagian kecil dari kepala daerah yang diduga terlibat kasus korupsi. Dalam catatan ICW setidaknya ada banyak kepala daerah yang diduga terlibat korupsi dan saat ini menjadi pucuk pimpinan di daerah.
Gubernur: 18
Walikota: 17
Bupati: 84
Wakil Gubernur: 1
Wakil Bupati: 19
Wakil Walikota: 8
Total: 147
Pantauan ini dilakukan kurun waktu 2004-2010. Dari data yang ada di ICW, kasus-kasus ini ditangani Kepolisian, Jaksa dan KPK. Total kerugian negara terhadap dugaan korupsi Kepala Daerah mencapai Rp 4 trilun lebih
EVAN |FWH
Sumber :http://tempointeraktif.com
Selasa, 11 Januari 2011 | 11:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Pelantikan Walikota Tomohon Jefferson Soleiman Montesqieu Rumajar menuai beragam kecaman. Namun Kementerian Dalam Negeri, Jumat, 7 Januari 2011, nekat melantiknya saat Jefferson sedang menyandang status tersangka korupsi APBD Kota Tomohon.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menunggu surat dari Gubernur Sulawesi Utara terkait usul penonaktifan Walikota Tomohon Jefferson Soleiman Rumajar. "Kalau hari ini dikirim gubernur, hari ini datang langsung dinon-aktifkan,"kata dia disela rapat kerja pemerintah di Plenary Hall, Balai Sidang Jakarta (JCC), Senin (10/1).
Tentang kenekatan pemerintah ini, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi beralasan dirinya belum menerima surat permintaan dari Gubernur Sulawesi Utara Sinyo H. Sarundajang. "Ia dinonaktifkan karena statusnya masih tersangka. Kita pakai azas praduga tak bersala," katanya, Senin, 10 Januari 2011. "Kalau sudah terdakwa langsung dinonaktifkan sementara."
Sesungguhnya Jefferson hanyalah satu dari ratusan kepala daerah yang bermasalah. Dalam catatan Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam kurun waktu 2004-2010 ada banyak kepala daerah yang diduga terlibat korupsi dan saat ini menjabat pucuk pimpinan di daerahnya.
ICW mencatat, dalam kurun 2004-2010 setidaknya ada 18 gubernur, 1 wakil gubernur, 17 walikota, 8 wakil walikota, 84 bupati, 19 wakil bupati. Total dalam kurun enam tahun itu ada 147 orang.
Inilah sebagian kecil mereka yang bermasalah itu.
1. Mochamad Salim
Jabatan: Bupati Rembang
Partai: PDIP
Dilantik: 20 Juli 2010
Dugaan kasus: Diduga terlibat korupsi dana penyertan modal PT Rembang Bangkit
Sejahtera Jaya (RBSJ) dari APBD 2006 dan 2007 senilai Rp 35 miliar
Status: 25 Mei 2010 ditetapkan menjadi tersangka oleh Kapolda Jateng
2. Theddy Tengko
Jabatan: Bupati Kepulauan Aru
Partai: Golkar
Dilantik: 26 Oktober 2010
Dugaan kasus: Korupsi APBD Kepulauan Aru 2005-2007 senilai 30 miliar
Status: 10 Maret 2010 ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Maluku
3. Satono
Jabatan: Bupati Lampung Timur
Dilantik: 2 September 2010
Partai: Non partai setelah dipecat Golkar
Dugaan kasus: Diduga mengkorupsi APBD Lampung Timur sebesar Rp 107 miliar tahun 2009
Status: Sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kapolda Lampung
4. Jamro H. Jalil
Jabatan: Wakil Bupati Bangka Selatan
Partai: Golkar
Dugaan kasus: Korupsi Dana KUT sebesar Rp 338. 118. 300, yang sudah disimpan selama 7 tahun mulai dari tahun 1999
Status: 30 November 2007 ditetapkan sebagai tersangka Oleh Kejaksaan Negeri Sungailiat 2007
5. Agusrin Najamudin
Jabatan: Gubernur Bengkulu
Dilantik: 29 November 2010
Partai: Demokrat
Dugaan kasus: Diduga terlibat kasus korupsi penyaluran dan penggunaan dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan di Bengkulu pada tahun 2006 sebesar Rp 27,607 miliar
Status: 28 Agustus 2008 ditetapkan menjadi terdakwa oleh Kejaksaan Tinggi Bengkulu
6. Samanhudi Anwar
Jabatan: Walikota Blitar
Partai: PDIP
Dugaan kasus: APBD Blitar
Status: Sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor Kota Blitar
7. MZ Djalal
Jabatan: Bupati Jember
Partai: Golkar
Dilantik: 25 September 2010
Dugaan kasus: Djalal berstatus tersangka dalam kasus penggelembungan dana pembelian mesin daur ulang aspal senilai Rp 459 juta.
Status: April 2009 ditetapkan menjadi tersangka, Desember 2010 divonis bebas
8. Kusen Andalas
Jabatan: Wakil Bupati Jember
Partai: PDIP
Dilantik: 25 September 2010
Dugaan kasus: Terdakwa korupsi dana operasional DPRD Jember senilai Rp 754 juta.
Status: Agustus 2010 ditetapkan menjadi tersangka. Desember 2010 masih menjalani persidangan.
9. Yusak Yaluwo
Jabatan: Bupati Boven Digoel
Partai: Demokrat
Dilantik: 25 September 2010
Dugaan kasus: Korupsi pengadaan kapal tanker dan korupsi APBD Boven 2005-2007 sebesar Rp 49 miliar
Status: 2 November 2010 divonis 4,5 tahun
10. Abdul Haris Nadjamuddin
Jabatan: Bupati Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
Partai: Golkar
Dilantik: 18 September 2010
Dugaan kasus: korupsi proyek pengadaan obyek wisata Pentadio Resort senilai Rp 6 miliar tahun 2003
Status: 2003 ditetapkan tersangka, Juli 2009 ditahan, November 2010 Mendagri menonaktifkan.
11. Jefferson Rumajar
Jabatan: Walikota Tomohon, Sulawesi Utara
Partai: Golkar
Dilantik: 07 Januari 2011
Dugaan kasus korupsi: penyelewengan APBD Tomohon 2006-2008 sebesar Rp 33,4 miliar
Status: 14 Juli 2010 ditetapkan menjadi tersangka, 22 September 2010 ditahan KPK.
Jumlah ini hanya sebagian kecil dari kepala daerah yang diduga terlibat kasus korupsi. Dalam catatan ICW setidaknya ada banyak kepala daerah yang diduga terlibat korupsi dan saat ini menjadi pucuk pimpinan di daerah.
Gubernur: 18
Walikota: 17
Bupati: 84
Wakil Gubernur: 1
Wakil Bupati: 19
Wakil Walikota: 8
Total: 147
Pantauan ini dilakukan kurun waktu 2004-2010. Dari data yang ada di ICW, kasus-kasus ini ditangani Kepolisian, Jaksa dan KPK. Total kerugian negara terhadap dugaan korupsi Kepala Daerah mencapai Rp 4 trilun lebih
EVAN |FWH
Sumber :http://tempointeraktif.com
Comments
Post a Comment